Thursday, March 3, 2011

Doa dan Iman (I)


“Seorang teman baik saya yang senang berburu, pernah menceritakan saya cerita ini : ‘Suatu hari ketika saya bangun pagi-pagi’, katanya, ‘Saya mendengar longlongan sejumlah anjing pemburu yang mengejar mangsanya. Melayangkan pandangan jauh ke lapangan di depan, saya lihat seekor rusa muda berusaha menyebrang, dan lagi, terlihat ia berpacu dengan sungguh-sungguh. Ketika sampai di pagar, ia melompatinya dan merangkak sampai kurang 10 kaki dari tempat saya berdiri. Sesaat kemudian, dua anjing pemburu datang, ketika rusa muda itu lari ke arah saya dan mendorong kepalanya di antara kedua kaki saya, saya angkat mahluk kecil itu ke dada saya, berputar dan berayunan mengusir anjing-anjing itu. Pada saat itulah saya merasa semua anjing di dunia Barat tidak bisa dan tidak boleh menangkap rusa itu setelah kelemahannya memohon kekuatan saya’. Jadi seperti itulah, saat kelemahan manusia memohon pada Allah MahaKuasa. Dengan baik saya ingat saat anjing-anjing dosa mengejar jiwa saya, hingga akhirnya, saya lari ke lengan Allah MahaKuasa” –A.C. DIXON

DALAM semua kajian prinsip dan prosedur doa, aktivitasnya dan usahanya, tempat pertama, tidak bisa tidak, haruslah diberikan untuk iman. Iman adalah ciri awal di dalam hati setiap orang yang mencoba berbicara dengan yang Tak Terlihat. Ia harus, lepas dari ketidak berdayaan mutlak, mengulurkan tangan iman. Ia harus percaya yang tidak bisa ia buktikan. Dalam isu yang terutama, doa secara sederhana adalah iman, mengklaim hak prerogatif alami tapi menakjubkan—iman mengambil alih warisan yang tak terbatas. Kesalehan sejati tepat sama sejatinya, mantapnya dan sama tekunnya di dunia iman, seperti apa adanya di ranah doa. Lebih lagi: saat iman berhenti berdoa, ia berhenti hidup. 

Iman melakukan yang mustahil sebab ia membuat Allah melakukannya bagi kita dan tak ada yang mustahil bagi Allah. Sungguh luar biasa—tanpa kualifikasi atau batasan—kuasa iman! Bila keraguan disingkirkan dari hati dan ketidak percayaan menjadi asing di hati, apapun yang kita minta dari Tuhan niscaya dikabulkan, dan seorang yang percaya telah dianugrahkan kepadanya, “apapun yang ia minta.”

Doa memproyeksikan iman pada Allah dan Allah pada dunia. Hanya Allah yang bisa memindahkan gunung, tapi iman dan doa menggerakkan Allah. Dalam kutukanNya ke pohon ara, Tuhan kita mendemonstrasikan kuasaNya. Lalu sambungNya, bahwa kuasa yang besar diberikan pada iman dan doa, bukan untuk membunuh tapi menghidupkan, bukan menghempaskan tapi memberkati.

Pada titik ini di kajian kita, kita ingat perkataan Tuhan kita yang mana patut ditegaskan sebab perkataan ini adalah batu kunci terpenting pengunci jembatan antara iman dan doa. 

 “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Markus 11:24
Kita mesti renungkan baik-baik kalimat ini, “percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Di sini dijelaskan suatu iman yang menyadari, memperuntukkan, mengambil. Iman seperti itu adalah suatu kesadaran sang Ilahi, persekutuan yang telah dialami, kepastian yang disadari.

Apakah iman bertumbuh atau berkurang seiring tahun-tahun berlalu? Apakah iman berdiri tegak dan kukuh hari-hari ini saat kejahatan melimpah ruah dan kasih sebagian besar orang menjadi dingin? Apakah iman mempertahankan genggamannya, ketika agama cenderung menjadi formalitas picisan dan keduniawian makin berjaya? Pertanyaan Tuhan kita mungkin dengan sangat tepat ditujukan ke kita, “Ketika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Kita percaya Ia akan datang, dan inilah bagian kita di hari-hari kita ini, untuk memastikan lampu iman dirapikan dan menyala, kalau-kalau Ia yang akan datang, datang segera.

Iman adalah pondasi dari karakter orang Kristen dan keamanan dari jiwa. Sewaktu Yesus menubuatkan penyangkalan Petrus dan mengingatkan dia, Ia berkata pada murid-muridNya :
“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur." Lukas 22:31-32
Tuhan kita menyampaikan kebenaran sentral, imannya Petruslah yang Ia berusaha jagai; sebab dengan baik Ia tahu bahwa saat iman diruntuhkan, pondasi hidup spiritualpun roboh, dan seluruh struktur pengalaman religiuspun runtuh. Iman Petruslah yang butuh penjagaan. Maka, kemasygulan Kristus ialah kesejahteraan jiwa murid-muridNya dan tujuanNya ialah membentengi iman Petrus dengan semua doa-doa pribadiNya yang hebat.
Di suratnya yang kedua, Petrus ingat ide ini ketika bicara tentang pertumbuhan dalam kasih karunia sebagai ukuran keselamatan pada hidup orang kristen, seraya menyiratkan tentang berbuah. 
 “Justru karena itu,” ia katakan, “ kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan.” 2 Petrus 1:5-6
 Pada proses penambahan ini, iman adalah titik awalnya—dasar bagi kasih karunia lainnya dari Roh. Imanlah pondasi yang di atasnya hal-hal lainnya akan dibangun. Petrus tidak menyuruh pembacanya menambahi usaha atau karunia atau kebaikan, tetapi iman. Banyak hal bergantung pada awal yang benar di urusan bertumbuh dalam kasih karunia ini. Ada urutan Ilahi yang mana Petrus sadari, lalu ia lanjut berkata bahwa kita harus berusaha sungguh-sungguh membuat panggilan dan pilihan kita makin teguh; pilihan yang mana memberi suatu tambahan pada iman yang selanjutnya dikerjakan oleh doa terus-terusan lagi sungguh-sungguh. (2 Petrus 1:10) Demikianlah, iman dijaga tetap hidup oleh doa dan setiap langkah yang ditempuh pada penambahan kasih karunia ke kasih karunia selalu disertai doa.

Iman yang menciptakan doa yang berkuasa ialah iman yang berpusat pada Pribadi yang berkuasa. Iman pada kemampuan Kristus untuk melakukan dan melakukannya dengan luar biasa, ialah iman yang berdoa dengan luar biasa. Karena itu penderita kusta bergantung penuh pada kuasa Kristus, ia berseru “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Matius 8:2) Dari contoh ini, kita diperlihatkan bagaimana iman berpusat pada kemampuan Kristus melakukan dan bagaimana iman itu memastikan adanya kuasa kesembuhan. 

Menyangkut hal inilah, maka Yesus menanyai orang buta yang datang kepadaNya untuk disembuhkan :
"Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Ia bertanya. Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Matius 9:28-29
Adalah untuk mengilhamkan iman tentang kemampuanNya melakukan, yang Yesus tinggalkan buat kita, yaitu amanat agung terakhir, yang dalam analisis akhir adalah dering tantangan terhadap iman. “Kepada-Ku telah diberikan”, Ia berseru, “segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:17)

Sekali lagi : iman adalah ketaatan, bergerak saat diperintahkan, seperti dilakukan pegawai istana yang anaknya sakit keras dan datang kepada Yesus, di hari-hariNya sebagai manusia. (Yohanes 4:49)

Dan lagi, iman seperti itu bertindak. Seperti pria terlahir buta, ia pergi membasuh dirinya di kolam Siloam, ketika disuruh “basuhlah dirimu” (Yohanes 9:7). Seperti Petrus di danau Genesaret, ia menebar jala ke tempat Yesus perintahkan, dengan segera, tanpa pertanyaan atau keraguan (Lukas 5:4-5). Iman seperti itu mengangkat batu dari gua kubur Lazarus dengan segera. Iman yang berdoa menuruti perintah Tuhan dan melakukan hal-hal yang berkenan di pandanganNya. Iman itu bertanya, “Tuhan, apa yang Engkau mau aku lakukan?”(Kisah 9:6—KJV) dan lekas menjawab, “Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” (1 Samuel 3:9) Ketaatan menolong iman, dan iman, balik menolong ketaatan. Melakukan kehendak Allah bersifat esensial bagi iman sejati dan iman dibutuhkan bagi ketaatan tulus.

Kalaupun iman dipanggil datang, toh, segera sesudahnya sering harus menunggu dengan sabar di hadapan Tuhan dan disiapkan akan nampaknya penundaan Tuhan dalam menjawab doa. Iman tidak jadi hilang percaya hanya karena doa tidak segera digubris; iman memegang FirmanNya dan menyerahkan padaNya saat terbaik yang Ia pilih dalam mengabulkan tujuanNya dan meneruskan pekerjaanNya. Ada batasan dalam bentuk penundaan yang lama dan berhari-hari panjang menunggu bagi iman sejati, namun iman menerima kondisi ini—tahu akan ada penundaan dalam menjawab doa dan menganggap penundaan itu sebagai masa-masa pengujian, yang dalam mana, adalah hak istimewa untuk menunjukkan ketabahannya dan keseriusan yang membentuknya.

Cerita Lazarus adalah suatu contoh di mana terjadi penundaan, di mana iman dua perempuan baik dengan berat diuji: Lazarus sedang sakit kritis dan mereka mengabari Yesus. Tetapi, tanpa alasan jelas, Tuhan kita menunda datang menolong temanNya yang sakit. Permohonannya sangat urgen dan menyentuh hati—“Tuhan, dia yang engkau kasihi, sakit.” (Yohanes 11:3) Namun, Tuhan tidak tergerak dan permintaan sungguh-sungguh perempuan itu seakan-akan didengar telinga tuli. Sungguh pencobaan bagi iman! Selain itu, berlambat-lambatnya Tuhan kita nampaknya membawa bencana tanpa harapan. Selagi Yesus berlambat-lambat, Lazaruspun meninggal. 

Akan tetapi, penundaan Yesus dilakukan dalam minat akan kebaikan yang lebih besar. Akhirnya, Ia mendatangi rumah di Betania. 
“Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;  tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Yohanes 11:14-15
Takutlah jangan, O orang percaya yang diuji dan dicobai, Yesus pasti datang, bila kesabaran dilatih dan iman memegang teguh. PenundaanNya dipakai untuk membuat kedatanganNya lebih kaya berkat. Berdoalah. Nantikanlah. Engkau tidak akan gagal. Jika Kristus menunda, tunggulah Dia. Di waktuNya sendiri yang tepat, Ia akan datang dan tidak akan berlambat-lambat.

Penundaan sering kali adalah ujian dan kekuatan dari iman. Betapa besarnya kesabaran dibutuhkan sewaktu ujian ini tiba! Toh, iman menghimpun kekuatan dengan menunggu dan berdoa. Kesabaran berkarya sempurna di sekolah penundaan. Dalam beberapa hal, penundaan adalah hakiki dari doa. Allah harus melakukan banyak hal, mendahului jawaban akhir—hal-hal esensial untuk kebaikan kekal orang yang telah meminta kemurahan tanganNya.

Yakub berdoa dengan pendirian dan gairah supaya diluputkan dari Esau. Tetapi sebelum doanya dijawab, ada banyak yang harus dilakukan dengan dan untuk Yakub. Ia harus diubah seperti halnya Esau. Yakub harus dibuat jadi manusia baru sebelum Esau bisa. Yakub harus didamaikan dengan Allah sebelum Esau dapat didamaikan dengan Yakub.

Di antara ucapan Yesus yang besar nan berkilauan tentang doa, tiada yang lebih menawan daripada ini :
 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;  dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Yohanes 14:12-14.
Sungguh mengagumkan pernyataan ini tentang apa yang Allah lakukan dalam menjawab doa! Tentang betapa begitu pentingnya kata-kata berdering ini, diprakatai, apa adanya, dengan kebenaran penuh khidmat! Iman dalam Kristus adalah dasar semua karya dan semua doa. Semua karya ajaib bergantung pada doa ajaib dan semua doa dilakukan dalam nama Tuhan Yesus. Pelajaran menakjubkan, dari kesederhanaan ajaib, inilah doa di dalam nama Tuhan Yesus! Semua syarat-syarat lainnya disusutkan, segala sesuatu lainnya dilepaskan, hanya Yesus saja! Nama Kristus—Pribadi Tuhan kita dan Juru Selamat Yesus Kristus—harus sangat ditinggikan di dalam jam dan perkara doa.

Bila Yesus mendiami mata air hidupku; bila aliran-aliran hidupNya telah mengganti dan meniadakan aliran-aliran pribadi; bila ketaatan tulus padaNya menjadi ilham dan gaya bagi setiap pergerakan hidupku, maka Ia bisa dengan aman menyerahkan doa sesuai kehendakku dan diriNya berjanji melalui suatu perjanjian sebesar hayatNya sendiri bahwa apapun yang diminta akan dikabulkan. Tiada yang bisa lebih jelas, lebih berbeda, lebih tak terbatas dalam terapan dan jangkauan selain ajakan dan urgensi perkataan Kristus, “Percayalah kepada Allah (Markus 11:22).”

Iman melingkupi kebutuhan temporal sama baiknya seperti kebutuhan rohani. Iman mengusir semua keresahan tak semestinya dan perhatian tak perlu tentang apa yang akan dimakan, apa yang akan diminum, apa yang akan dipakai. Iman hidup di masa kini dan menganggap “kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34). Iman hidup hari demi hari dan mengusir semua ketakutan hari esok. Iman membawa ketentraman pikiran dan damai sejahtera sempurna di hati.
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Yesaya 26:3
Saat kita berdoa, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (Matius 6:11)”, kita, dalam ukuran tertentu, mencegah masuknya esok hari ke doa kita. Kita tidak hidup di besok hari, tapi hari ini. Kita tidak mencari kasih karunia besok hari atau roti besok hari. Mereka tumbuh pesat dan memperoleh banyak dari hidup, yang hidup di kehidupan masa kini. Mereka berdoa sangat baik, yang berdoa untuk kebutuhan hari ini, bukan untuk besok hari yang dapat mengubah doa kita tak berguna dan mubazir, seakan-akan tidak eksis sama sekali!

Doa sejati lahir dari pencobaan dan kebutuhan masa kini. Roti untuk hari ini, cukuplah itu. Roti yang diberikan untuk hari ini, semacam janji terkuat bahwa akan ada roti untuk besok. Kemenangan hari ini adalah kepastian bagi kemenangan besok. Doa-doa kita perlu difokuskan pada masa kini. Kita harus percaya Allah hari ini dan tinggalkan hari esok seluruhnya padaNya. Masa kini milik kita; masa depan milik Allah. Doa adalah tugas dan kewajiban harian yang berulang terus menerus—doa harian untuk kebutuhan harian. 

Seperti tiap hari menuntut rotinya, maka tiap hari menuntut doanya. Tidak ada jumlah doa, dilakukan hari ini, yang mencukupi doa besok hari. Di sisi yang lain, tidak ada doa besok hari yang begitu berharganya untuk kita hari ini. Manna hari inilah yang kita butuhkan; besokpun Tuhan akan pastikan kebutuhan kita terpenuhi. Inilah iman yang Allah hendak ilhamkan. Jadi tinggalkan besok hari dengan kekhawatirannya, kebutuhannya, masalahnya di tangan Allah. Tidak ada gudang penimbunan kasih-karunia-besok-hari maupun doa-besok-hari; apalagi suplai kasih karunia hari ini untuk kebutuhan besok hari. Kita tidak bisa memiliki kasih-karunia-besok-hari; kita tidak bisa makan roti-besok-hari, kita tidak bisa memanjatkan doa-besok-hari. “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Matius 6:34)” dan sangatlah pasti, bila kita punya iman, cukuplah juga hal-hal yang baik. 

sumber : bab 1 buku the necessity of prayer oleh E.M. Bounds

Friday, February 4, 2011

Retret Encounter dan kontrak sekre deadline April 2011

Syalom kawan-kawan Allah

Gong xi fa cai
Wan shi ru yi
Da ji da li
Nian nian you yu
Shen yi xin long

Kemaren aku PA dengan anak rohaniku, tak sengaja membaca Markus 6:30-44, dan ada perkataan Yesus yang mengena dihatiku..

Markus 6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" 

Aku sudah kelewat sering mendengar cerita mukjizat-mukjizat di KKR demi KKR. Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang mati hidup lagi. Tapi belum kudengar di KKR/kebaktian terulang lagi mukjizat 5 roti 2 ikan memberi makan 5000 laki-laki dewasa sampai kenyang. Di cerita Markus 6:30-44 pun, para Rasul baru pulang setelah mereka pergi berdua-dua, mereka "berlatih" mengadakan tanda-tanda dan mukjizat di perjalanan mereka. Namun, bagi mereka, memberi makan 5000 laki-laki, belum pernah jadi mukjizat, belum pernah "diajarkan" Yesus gimana caranya. 

Tapi perintah, tetap Yesus kasih ke mereka, "Kamu harus memberi mereka makan"Toh, bukan para murid yg akhirnya "memecah-mecah" roti dan ikan. Perintah datang dari Yesus, uniknya, Yesus juga yang lakukan. Perintah diberi ke para murid, tapi cuma 5 roti dan 2 ikan yang mereka kasih. Toh akhirnya juga, Yesus tampil bak pahlawan super, dan "mereka semuanya makan sampai kenyang"

Uangku menipis setelah banyak menabur, ajaibnya, papa mamaku bisa jualan kue cina sampai 3 ton..Ini pertama kalinya setelah 27 tahun jualan kue cina, bisa habis jualan kue cina 3 ton kurang lebih 1 bulan.."Wow, money comes, money goes, money comes again" -- bang Jul

Demikianlah, perintah mustahil selalu diberi ke kita, agar akhirnya Yesus bisa tampil "laksana fajar merekah, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjiNya"



Sekarang kita diberi lagi perintah setingkat lebih mustahil lagi, Rp 15.700.000 untuk Retret Encounter dan Rp 8.000.000 untuk sewa sekre, dua-duanya punya tenggat waktu di bulan April 2011 ini. Mari kita siapkan 5 roti dan 2 ikan kita, biarkan Yesus yang memecah-mecahnya, dan mereka yang memberi 5 rotiinya dan 2 ikannya, "mereka semuanya makan sampai kenyang" sampai ada "sisa dua belas bakul penuh" Dana yang sudah ada : Rp 500.000 tunai untuk Retret Encounter, Rp 1.000.000 janji iman untuk Retret Encounter



NB : Retret Encounter itu retret penjangkauan SION. Kita akan melayani sesi-sesi dasar pemulihan yaitu Keselamatan, Hati Bapa, Pelepasan, Gambar Diri, Baptisan Roh Kudus, Pemuridan...



Sekian dari saya

Selamat menikmati akhir pekan

Tuhan berkati semuanya

Tuesday, January 18, 2011

Retret Encounter Maret 2011

Syalom kawan-kawan Allah
Damai sejahtera teruntuk keluarga rohaniku
Kepada yang diberkati



Puji Tuhan karna kita bisa terus menabur perbulan Rp 1.250.000 untuk Ricky Nelson Tambun di Kupang. Diberkati Allahlah kita semua. Oleh taburan ini, Ricky bisa tinggal di Kupang dan adanya Ricky benar-benar berguna sangat. Katanya, "minggu2 ini banyak sekali yg hrs di-handle kami, mulai dr melayani dan menemani org kesurupan dan antar jemput dan rawat org sakit yg masuk UGD (3 org) ... "

Tak trasa hampir 1,5 tahun, dari Agustus 2009 SION Kupang sudah ada. Sudah berkembang, sudah melayani pelajar dan mahasiswa. Menilik yang terjadi, rasanya hati ini tak mampu pungkiri, butuh dana taburan agar Injil Kerajaan bisa merasuki pelosok kota Kupang, kolong-kolong Nusa Tenggara Timur, sampai loteng-loteng Indonesia. 

Untuk waktu dekat ini, kira-kira berikut hal-hal yang bisa dijadikan ladang taburan : 

1. Retret Encounter* di bulan Maret 2011 Rp 8.735.000 
2. Uang kontrak sekretariat yang jatuh tempo April 2011 ini, kita butuh Rp 8.000.000 minimal buat setahun ke depan
3. KORPS** di bulan Juli-Agustus 2011 Rp 10.000.000

*Retret Encounter ini kayak retret buat mlayani pemulihan jiwa dan roh mahasiswa, contohnya hati bapa, gambar diri, pelepasan, baptisan roh kudus, dan lain-lain. Mungkin di Abbalove serupa champion gathering. Kalau di GBI semisal healing camp lah kira-kira.

**KORPS itu semacam pelatihan pekerja. Jadi adek-adek yang t'lah dilayani di Retret Encounter, kita latih jadi pekerja supaya siap menjangkau mahasiswa baru. Di akhir 90-an, ada istilah pelatihan tentara doa di Bandung, jika tak salah ingat, KORPS ini diturunkan dari pelatihan itu.

Kita seperti biasa, walaupun bukan kebiasaan, akan melayani 50 mahasiswa ("krn fokus kpd adik2 yg sdh di-PA-kan dan yg sdh hadir di Sion Raya"--Ricky) di Retret yg disebut Retret Encounter. Dana taburan hanya Rp 8.735.000, tak sebesar uang panas bank Century, beda jauh sejauh-jauhnya dari gaji kita digabung satu. Makanya aku percaya, untuk retret inipun, ada benih yang ditabur dan roti yang dimakan. 


Entahkah kita tidur, kita kerja, pulang ngantor sambil enjoy Jakarta, musim menabur dan menuai selalu berrputar. Bukan roda nasib yg kita putari, naik-turun, sial-untung, kadang di atas, sering di bawah. Kita hidupi musim tabur-tuai, menabur mencucurkan air mata, menuai dengan sorak-sorai. Kita gak putar-putar uang, aduk-aduk arisan, cuci uang, apapun istilahnya lah. Kita menabur benih yg hidup yg harus mati dulu agar ada tuaian melimpah-limpah-limpah-limpah. 
Doaku kawan, kita tetap sehatian, sepikiran, seradikalan, semaksudan, seYESUSan, setangisan, seLIMPAHan, seMurahHatian, seLangkahan, seTUJUANnan, seSampaian, seIndonesianan, sePenuhan, seKemuliaan Tuhanan.

Berkati saudaraku satu darah tebusan dan kami semua, O Tuhan

Jawab Yesus kepada mereka"Percayakah kamu sekarang?" 
Yohanes 16:31

Yesaya 60-63
Dari kampus-kampus di Kupang, untuk NTT, Indonesia, dan sampai ke suku-suku bangsa

Sunday, January 2, 2011

pertanyaan Yesus di tahun yang baru

Syalom semuanya


Saya teringat sering sekali bertanya kepada Yesus. Seringkali mempertanyakan Yesus dan keputusanNya. Sulit dihitung dengan jariku berapa kali aku bertanya ragu kepada Yesus. Ia yang tidak berdosa telah menjadi dosa supaya saya tidak lagi kedapatan berdosa, dan ragupun bagi saya tidaklah jauh dari dosa. 

Di hari Senin ini, Roh Kudus ingatkan : "Fendy, kamu selalu bertanya dan bertanya padaKu, apa yg terjadi jika Akulah yg bertanya padamu?"


Segera aku bangun pagi, sambil mata berkunang-kunang, dan masi sempoyongan, malah lupa dengan pesan Roh Kudus tertenggelamkan kesibukan sebagai mahasiswa


Di hari Selasa pagi, 28 Desember 2010, aku tengah meneliti kecil-kecilan kitab Matius. Aku kumpulkan semua pertanyaan-pertanyaan Yesus di kitab ini. Aku catat semuanya di atas kertas coretan. Ada pertanyaan Yesus di dalam perumpamaan, ada yang bertanya keterangan dan ada juga yang mempertanyakan iman kita. Aku ringkaskan, aku golongkan, aku salin dengan rapi di buku saat teduh, semua pertanyaan Yesus di hari itu. Mataku berputar-putar memandang Yesus bertanya mengapa kurang "percaya" : 

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (Matius 6:30)

Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" (Matius 8:26)

Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" (Matius 9:28)

"Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" (Matius 14:31)

"Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! (Matius 16:8)

"Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? (Matius 17:17)

Pagi hari Rabu, aku kembali tersihir melahap kitab Markus. Terulang lagi lah seorang murid mengoprek Alkitab mencari pertanyaan Yesus. Penaku menari-nari di atas kertas yg telah juga terisi coretan dari kitab Matius. Aku sempil-sempilkan serapi yg mungkin di kertas itu apa yang aku temukan. Tidak banyak memang kitab Markus menuliskan Yesus bertanya kurangnya percaya : 

"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (Markus 4:40)

"Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?(Markus 9:19)

Kamis pagi di kamar, kitab Lukas terbuka, pena di tangan, kertas yang baru pun aku ambil. Semakin handallah aku menyapu halaman alkitab, semakin tajamlah mataku menemukan pertanyaanNya. Tak disangka ternyata kitab ini menyodorkan satu dua pertanyaan yg tidak ada di 2 kitab ahad lalu. Rasa-rasanya, itulah kenapa baik sekali jika kita sering menkontraskan bunyi ayat yg sama di dua atau tiga kitab berbeda. Lalu hasilnya?

 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? " (Lukas 6:46)

"Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? (Lukas 9:41)

"Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? " (Lukas 24:38)


Jumat subuh disuguhi dengan hati yang galau karena ada ujian jam 8 pagi, padahal ini hari terakhir di 2010. Terjebak di antara rasa lapar mencari pertanyaan Yesus di kitab Yohanes dan menelaah kisi-kisi ujian, aku putuskan bangun dan tidak ingin terlelap. Lihat-lihat waktu, sepertinya cukup buat mengembara di kitab Yohanes. Dan wow, banyak sekali pertanyaan Yesus yang mirip pun juga tidak ada di tiga kitab sebelumnya. Kertas A4 yang dilipat dua sisa dari kemaren aku pakai lagi. Hatiku tertusuk-tusuk seakan-akan kata-kata seperti pedanglah yang menusukku. Tanganku sudah lelah menulis, tapi tanganku yang lain memberiku kekuatan menulis :
Tentang kasih

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" (Yohanes 21:15)

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"  (Yohanes 21:16)

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" (Yohanes 21:17)

Tentang mengerti tak mengenal

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. (Yohanes 8:43)

Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? (Yohanes 13:12)

"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?" (Yohanes 14:9)

Tentang iman dan percaya

"Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? (Yohanes 1:50)

Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? (Yohanes 3:12)

Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? (Yohanes 5:44)

Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?" (Yohanes 5:47)

"Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?" (Yohanes 6:61)

Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? (Yohanes 8:46)

"Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"  (Yohanes 9:35)

dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes 11:26)

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? (Yohanes 14:10)

Jawab Yesus kepada mereka: "PERCAYAKAH KAMU SEKARANG?" (Yohanes 16:31) 


Yohanes 16:31 benar-benar teramat pas menutup rangkaian pertanyaan Yesus ketika Dia bertanya adakah kita percaya atau tidak. Hati saya berdebar. Yoh 16:31 ini adalah klimaks dari perjalananku menjelajahi kitab Injil. Suatu akhir dari tahun kehidupan, penutupan dari rangkaian 7 tahun aku lahir baru. Setelah semua itu, terasa sekali Yesus berkata, "Fendy, percayakah kamu sekarang?" Setelah semua hal yang aku jalani, semua mukjizat yg terjadi, semua berkat yg dinikmati, semua pelayanan yg aku tekuni, aku ditanya langsung oleh Yesus, "Sudahkah kamu menjadi percaya setelah 7 tahun ini, bahwa Aku tetaplah Aku?" 

Aku tutup alkitabku, mandi, beres-beres dan berangkat ke ruang ujian. Siang, sore, malam, dan paginya aku sambut tahun baru 2011. Sejak jumat pagi itu, aku berdoa kepada Yesus, dan aku jawab "Ya Tuhan, aku percaya. Engkau yang telah memulai 2011, Engkau juga yg berdaulat mengakhirinya." 


Saudara-saudara, seperti Yesus telah memahkotai tahun kita yg sudah-sudah dengan kebajikan (Mazmur 65:12), sampai masa tua kita pun, Dia tetap Dia, dulu sekarang dan nanti. Saya percaya tantangan semakin besar di 2011 ini, begitu juga dengan kuat TANGAN yang menyertai kita. Kesusahan sehari cukuplah sehari, setahun cukuplah setahun. Berkat sehari cukuplah sehari, setahun cukuplah setahun.

Mari kita songsong 2011 dengan kemenangan janji Tuhan atas hidup kita....



"Engkau inikah raja orang Yahudi?" 

Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?"(Yohanes 18:33-34)


God bless 2011
 

Friday, December 31, 2010

Taburan untuk Kupang di tahun 2011

Syalom saudara-saudara,,,,abang dan kakak,,,,,sahabat-sahabat dalam Kristus

Selamat datang tahun baru 2011,,,,,selamat datang sukacita dan selamat menjalani resolusi yang telah dibuat


Puji Tuhan untuk semua kebaikan Nya selama di tahun 2010,,,,kita tidak kekurangan untuk memberi sehingga benar kita selalu memberi minum ketika Yesus haus,,,,,memberi makan ketika Yesus lapar,,,,memberi tumpangan ketika Yesus menjadi pendatang,,,,,memberi pakaian ketika Yesus telanjang,,,,melawat Yesus ketika Yesus sakit dan dalam penjara


Menurut catatan yang saya buat pribadi,,,,,,kita sudah mengumpulkan sejumlah uang di tahun 2010,,,,,yaitu : 


1.....Rp 11.041.226 di bulan Mei 2010 untuk mendukung Retret Encounter SION Kupang,,,,,

2.....Rp 1.250.000 setiap bulan sejak November 2010 (telah berlangsung 3x sampai saat ini) untuk mendukung kehidupan pribadi saudara kita Ricky di Kupang.....

3.....Rp 3.300.000 sudah terkumpul sejak proposal taburan Sion Kupang disebarkan,,,,,,
         4....Rp 16.000.000 sudah terkumpul untuk pembelian satu buah motor


NB : Ada dana diakonia Rp 4.800.000 yang sudah terkumpul bulan Mei 2010 tapi angka pastinya saya tidak tahu karena 
 itu tidak saya laporkan terperinci,,,,




Sering sekali saya merasa terintimidasi dengan anggapan bahwa "emailnya fendy,,,,, ujung-ujungnya pasti uang".....Entah anggapan ini dari dalam saya atau di luar saya,,,,saya tidak tahu......Tetap saja anggapan ini mengintimidasi pikiran dan hati nurani saya......


Tetapi saya kembali kepada Tuhan,,,,berdoa meminta kekuatan untuk bisa menuliskan permohonan adik-adik kita di Kupang,,,,tanpa adanya tuduhan dari hati nurani ataupun keberatan-keberatan hati nurani....Memang hati kita sendiri pun terkadang bisa menipu dan mencelakakan kita.......Karena masalah di hati lah,,,sehingga Saul tidak bisa bertindak tegas pada rakyatnya sendiri yang menjarah kambing domba dan lembu-lembu


Saya ingat sekali ketika Yesus hidup dan melayani di bumi,,,,,ada perempuan-perempuan yang mendukung keuangan pelayanan Yesus.....




Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Lukas 8:1-3)




Saya belajar bahwa memang Bapa di Surga telah menyediakan perempuan-perempuan ini supaya Yesus tidak memusingkan apa yang akan dimakan dan apa yang akan dipakai......Sekalipun perempuan-perempuan ini bukan anak rohani dari Yesus,,,,tidak diakui sebagai salah satu dari kedua belas rasul,,,,,mungkin karena Yesus ingin menjaga kekudusan,,,,,tetapi nama mereka tetap tercatat di Injil Kerajaan bahwa merekalah yang mendukung keuangan Yesus dan murid-muridNya.....Jadi kitab Injil bukan sekedar kitab yang menceritakan perjalanan Yesus dan 12 murid-muridNya,,,,,tapi juga tentang perempuan-perempuan ini.....


Perempuan-perempuan ini tidak pernah mengadakan tanda mukjizat sampai harus ditulis di Alkitab,,,,tapi mereka melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka miliki untuk melayani Yesus dan kedua belas rasul......Mereka memberi dalam kemurahan,,,,bertindak dengan gagah perkasa....Tanpa mereka,,,,,tidak mungkin Yesus bisa melayani selama 3,5 tahun di daratan Israel,,,,,


Saudara-saudaraku,,,,abang-abangku,,,,kakak-kakakku,,,,,jikalau aku boleh menulis demikian,,,,,

Kita sedang melaju menuju tahun 2011,,,,,suatu tahun kemenangan dari pergumulan kita akan janji Tuhan....Ada pekerjaan besar yang perlu dilakukan dalam tahapan tahun yang baru ini,,,,,tidak untuk mengebu-ngebu untuk maju dan meninggalkan apa yang sudah dikerjakan,,,tapi untuk melakukan pengembangan dari Yerusalem menuju ujung bumi,,,,,,,



Ada beberapa kebutuhan mendesak yang sudah diajukan adik-adik kita di Kupang di tahun 2011 ini :

1 .... Retret Encounter February 2011                Rp 13.000.000

2......Uang sewa dua buah sekre (pria&wanita)   Rp 16.000.000 

3......KORPS Agustus 2011                              Rp 10.000.000 

4......Perintisan bimbel SION di Kupang             (masih dalam perumusan)        +                                      

TOTAL                                                            Rp 39.000.000


NB : (setidaknya kita butuh Rp 8.000.000 untuk satu buah sekre yang harus dibayarkan paling lambat April 2011)

Tidak perlu takut melihat 6 angka nol di belakang angka 39......Karena kita akan bertolong-tolongan menanggung beban ini,,,,karena dengan demikianlah kita akan memenuhi hukum Kristus......Kita tidak sendirian,,,,,kita adalah gereja Tuhan,,,,tubuh Kristus,,,,,


Tahun baru 2011,,,,,semangat baru,,,,komitmen baru,,,,kapasitas baru,,,,,kepastian dan determinasi yang semakin tajam untuk menyelesaikan panggilan visi SION yang telah kita terima.....


Bagi saudara-saudaraku yang digerakkan hatinya untuk mengambil bagian dalam taburan ini,,,,,,bisa hubungi saya japri,,,,,ke email ini......Nomor rekening taburan bisa dilihat di kedua file yang saya kirimkan bersama email ini.......


Akhir kata,,,,,selamat datang Kerajaan Surga di tahun 2011......


God bless all